Tugas Pokok dan Fungsi

Pengadilan  Agama  bertugas  dan  berwenang  memeriksa,  memutus, dan  menyelesaikan  perkara-perkara   di  tingkat  pertama  antara  orang-orang yang beragama Islam dibidang perka winan, wa ris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, inf aq,  shadaqah  dan  ekonomi  syariah,  sebagaimana  diatur  dalam  pasal  49

Undang-undang Nomor  3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama.

 

Untuk melaksanakan  tugas pokok dan wewen ang tersebut, Pengadilan

 

Agama mempunyai fungsi sebagai berikut:

 

1.  Memberikan  pelayanateknis yustisial dan administrasi  kepaniteraan  bagi perkara tingkat pertama serta penyitaan dan eksekusi;

2.  Memberikan   pelayanan dibidang administrasi perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali serta administrasi peradilan lainnya;

3.  Memberika pelayana administras umu kepad semu unsur   di lingkunga Pengadila Agam (umum kepegawaia dan                                                 keuangan kecuali biaya perkara);

4.  Memberikan  keteranganpertimbangan  dan nasehat tentang Hukum Islam pada         Instansi             Pemerintah                       di     daerah     hukumnya,      apabila     diminta sebagaimana  diatur  dalam  pasal  52  ayat  (1)  Undang-undang   Nomor  7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama;

5.  Memberikan  pelayanan penyelesaian  permohonan  pertolongan  pembagian

 

harta  peninggala diluar  sengketa   antara  orang-oran yang  beragama Islam yang dilakukan berdasarkan hukum Islam sebagaimana  diatur dalam pasal 107 ayat (2) Undang-undanNomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama;

6.  Melaksanakan      tugas-tugas     pelayanan      lainnya     seperti     memberikan

 

pertimbangan hukum agama, pelayanan riset/penelitian, pengawasan terhadap advokat/penasehat  hukum dan sebagainya, dan;

 

7.  Memberikan   istbat  kesaksian  rukyat  hilal  dalam  penentuan  awal  bulan pada tahun hijriyah.


Disamping itu dalam rangka terwujudnya pelayanan yang prima kepada para pencari keadilan di Pengadilan Agama Parepare, maka dalam melaksanakan  tugasnya  berpedoman  pada  Standart  Operasional  Prose dur (SOP),  yang  telah  didiskusika oleh  bagian  yang  terkait  dengan   analisa beban kerja   yang tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Parepare  Nomor  : W2 0  -  A 2 0 /644.a/OT.01.3/SK/X/2015,  tanggal  1 Oktober 2015 sebegai  implementasi  dari  Undang-Undang  No.25/2009  tentang                                                                               Pelayanan Publik  yang muatannya antara lain sebagai berikut :

1.  Kejelasan proses kerja untuk setiap proses kerja ;

 

2.  Kejelasan  tugas,  tanggung  jawab,  target  dapengukuran  terhadap  hasil kerja dari setiap posisi ;

3.  Kejelasan  we wenang  yang  diberikan  atau  yang  dimiliki  oleh  setiap  posisi untuk mengambil keputusan ;

4.  Kejelasan  resiko  dadampak  yang  akan  muncul  bila  tugas  datangung jawab tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya ;

5.  Tersedianya sistem pengelolaan organisasi ;

 

6.  Profesionalisme    persone peradila dala melaksanakan    tuga dan tangung jawab utama harus memiliki keterampilan menggunakan sistem- sistem yang dibangun .

Kondisi-kondisi tersebut diatas secara bertahap akan membawa organisasi  menjadi  organisasi  yang  tepat  fungsi  datepat  ukuran  (right sizing) yang menjadi salah satu tujuan Reformasi Birokrasi.

 

Dala Standa Operasiona (SOP tersebut telah   diatu Standar

 

Operasional Prosedur tentang :

 

1.  Penerimaan Perkara di Pengadilan Tingkat Pertama ;

 

2.  Pencatatan/Registrasi  perkara masuk, PMH da n PHS ;

 

3.  Pendaftaran perkara dengan pembayaran cuma-cuma (Prodeo) ;

 

4.  Pemanggilan para pihak berperkara, saksi/saksi ahli ;

 

5.  Pemanggilan  para pihak berperkara,  saksi/saksi  ahli, melalui Kementerian

 

Luar Negeri, Media Massa dan Delegasi ;


6.  Tata persidangan ;

 

7.  Penyelesaian perkara melalui mediasi ;

 

8.  Penyelesaian perkara oleh Majelis Hakim ;

 

9.  Penyampaian Salinan Putusan ;

 

10. Pengambilan  Salinan Putusan, Penetapan  dan atau Akta Cerai oleh pihak berperkara;

 

11. Penembalian Sisa Panjar Biaya Perkara ;

 

12. Proses pemberkasan perkara dan minutasi ;

 

13. Publikasi putusan ;

 

14. Pengarsipan berkas perkara ;

 

15. Sita Jaminan, Sita Eksekusi, Eksekusi Riil dan Eksekusi Lelang ;

 

16. Permohonan Banding ;

 

17. Permohonan Perkara Kasasi ;

 

18. Permohonan Perkara Peninjauan Kembali ;

 

19. Penanganan Pengaduan Masyarakat ;

 

20. Pelayanan      Legalisasi     Produk     Pengadilan      Agama     pada     Direktorat

 

Administrasi  Peradilan Agama.

 

 

Bahwa untuk menjalankan fungsi tersebut sebaik-baiknya, maka Pengadilan  Agama  Parepare  telamenyusun  standar  pelayanan  peradilan pada     Pengadilan                Agama           Parepare             dengan           surat         keputusan     Ketua Pengadilan    Agama   Parepare    Nomo  W20-A20/644.a/OT.00/SK/X/2015 tanggal 1 Oktober 2015. Standar Pelayanan  Peradilapada Pengadilan  Agama Parepare  tersebut disusun berdasarkan  KeputusaKetua Mahkamah  Agung RI. Nomor : 026/KMA/SK/II/2012  tanggal 9 Februari 2012.

Ketua & Wakil Ketua

Dra. Hj. MARTINA BUDIANA MULYA, M.H
Ketua

Tautan terkait